Day News

Hujan Lebat Mengguyur Arab Saudi, Dua Kota Suci Terancam Cuaca Buruk

Para jamaah tawaf di tengah guyuran hujan deras di Kabbah, Mekkah (Foto: Istimewa).

DAYEWS.ID– Setelah berbulan-bulan mengalami kekeringan, cuaca di Arab Saudi berubah drastis. Sejak Jumat (14/11/2025), sebagian besar wilayah Kerajaan dilanda hujan deras yang membuat otoritas cuaca mengeluarkan peringatan darurat.

Pusat Meteorologi Nasional (NCM) menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga Senin (17/11/2025).

Perubahan cuaca ini datang hanya berselang sehari setelah umat Muslim di berbagai masjid di Kerajaan melaksanakan Salat Istisqa, ibadah yang dianjurkan untuk memohon turunnya hujan saat terjadi kemarau panjang. Seruan salat tersebut sebelumnya diumumkan langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz.

Di dua kota suci, Mekkah dan Madinah, hujan mulai turun dengan intensitas berbeda. Madinah mengalami hujan deras pada Jumat malam setelah langit mendung sejak sore hari. Sementara itu, Mekkah diguyur hujan kuat pada Sabtu pagi, membuat sejumlah wilayah melaporkan genangan air.

Juru Bicara NCM, Hussein Al-Qahtani, menyebut curah hujan yang turun kali ini bagian dari sistem cuaca yang meluas ke berbagai provinsi.

“Hujan dengan intensitas bervariasi akan terjadi di banyak wilayah Kerajaan selama beberapa hari ke depan,” kata Al-Qahtani.

Area yang diperkirakan terdampak bukan hanya Mekkah dan Madinah. Cuaca serupa juga dapat terjadi di Jeddah, Hail, Tabuk, Riyadh, Provinsi Timur, Al Jouf, Al Baha, Asir, hingga Jazan.

Selain hujan, kondisi atmosfer yang labil juga berpotensi menyebabkan petir, angin kencang, hujan es, bahkan banjir bandang, terutama di daerah lembah.

Otoritas meteorologi menekankan agar masyarakat tetap berhati-hati. Jalur lembah (wadi) menjadi wilayah yang paling dihindari karena sering menjadi arah aliran banjir secara tiba-tiba.

NCM dan pertahanan sipil meminta masyarakat untuk:

Pemerintah Arab Saudi telah menginstruksikan seluruh lembaga terkait untuk bersiap menghadapi situasi darurat yang mungkin muncul akibat cuaca ekstrem. Negara-negara Teluk lain seperti UEA, Qatar, dan Kuwait, yang juga sebelumnya menggelar Salat Istisqa, turut meningkatkan kewaspadaan.

Fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak dari perubahan cuaca yang terjadi secara cepat ini.

Exit mobile version