DAYNEWS.ID, SUMATRA — Hujan deras berhari-hari yang melanda sejumlah daerah di pulau Sumatra memicu serangkaian bencana banjir serta longsor massif. Dalam laporan awal dari tim lapangan gabungan relawan, petugas SAR lokal dan warga terdampak, jumlah korban disebut telah “tembus 84 orang” — termasuk tewas, hilang serta luka-luka berat.
Kondisi paling parah dilaporkan di kawasan perbukitan Kabupaten X dan Y di provinsi utara serta di daerah pesisir di provinsi barat. Warga menyebut air tiba-tiba naik dalam hitungan menit, rumah panggung hanyut, dan longsor menimbun pemukiman — memaksa ratusan keluarga mengungsi ke posko darurat.
Tim penyelamat dilaporkan kesulitan menembus akses desa terpencil — jalan longsor, jembatan putus, serta arus sungai deras membuat evakuasi berjalan lambat. “Kami butuh perahu karet dan alat berat, tapi banyak jalan yang rusak,” ujar salah satu relawan.
Sementara itu, sejumlah warga menyatakan kekhawatiran bahwa angka korban akan terus bertambah karena masih banyak yang hilang dan akses belum terbuka penuh. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta segera mempercepat pencarian korban serta menyalurkan bantuan pangan, medis, dan tempat pengungsian.
Meski demikian, instansi resmi belum mengeluarkan data verifikasi. Hingga berita ini ditulis, Basarnas dan BNPB disebut masih mendata korban dan memetakan lokasi terdampak — termasuk memilih mana klaim yang benar atau hoaks. (*/DN)
