Day News

Update BNPB: Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar Capai 303 Korban

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan perkembangan penanganan bencana yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Foto (BNPB)

DAYNEWS.ID, SUMATERA UTARA — Jumlah korban bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat terus meningkat tajam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi 166 korban meninggal dunia hingga hari ketiga status tanggap darurat.

Tak hanya itu, BNPB juga mencatat 143 warga masih hilang, sementara ribuan lainnya harus mengungsi akibat kerusakan permukiman dan akses yang terputus total.

Penanganan darurat yang dipimpin Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, kini difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pembukaan akses wilayah terisolir, dan percepatan distribusi logistik melalui jalur darat maupun udara.

“Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian oleh tim gabungan yang dipimpin Basarnas. Sementara 103 jiwa masih hilang,” kata Suharyanto, Sabtu (29/11).

Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga menjadi wilayah dengan dampak terparah. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung putus total akibat longsor berantai. Sejumlah jembatan, termasuk Jembatan Pandan dan jembatan di ruas Sibolga–Manduamas, ikut terputus.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan lima helikopter di Bandara Silangit, ditambah helikopter TNI AD, MI-17V5, dan helikopter swasta yang aktif mengangkut bantuan. Pesawat Cessna Caravan juga digunakan untuk suplai logistik dan personel.

Tahap pertama bantuan logistik ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah terpenuhi 100 persen. Namun, distribusi ke Mandailing Natal masih terkendala terputusnya jalur darat dan medan berbukit yang ekstrem.

“Pembukaan jalur Sibolga–Padang Sidempuan sudah kita kebut hingga sore hari ini dan akan dilanjutkan nonstop,” ujar Suharyanto. (*/DN)

Exit mobile version