Day News

Gubernur Sulsel Dukung Program SMK Go Global, Siapkan Lulusan untuk Bersaing di Pasar Kerja Internasional

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Workshop Kepala Sekolah SMK se-Sulsel untuk Program Go Global, yang dilaksanakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Hotel Claro Makassar. (Foto:Ist).

DAYNEWS.ID, MAKASSAR– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui program SMK Go Global.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, hadir langsung dalam Workshop Kepala Sekolah SMK se-Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar, Rabu (3/12/2025).

Ia menegaskan komitmennya mendukung program tersebut sebagai upaya membuka peluang kerja lebih luas bagi lulusan SMK, termasuk bekerja di luar negeri.

Dalam workshop yang juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin itu, Andi Sudirman menjelaskan ada tiga poin strategis yang menjadi fokus pembahasan.

Pertama, perlunya transformasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Kedua, penyempurnaan tata kelola pendidikan vokasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri dunia. Ketiga, pemberian wawasan mendalam kepada sekolah tentang langkah tindak lanjut program SMK Go Global.

“Workshop ini juga menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai negara untuk memberikan gambaran nyata tentang kesiapan dan kompetensi yang dibutuhkan lulusan SMK agar mampu bekerja di luar negeri,” ujar Andi Sudirman.

Sementara itu, Menko PM Cak Imin menegaskan bahwa program SMK Go Global merupakan bagian dari strategi nasional untuk membuka satu juta peluang kerja luar negeri pada 2026.

Menurutnya, lulusan SMK harus dipersiapkan dengan keterampilan yang sesuai standar internasional agar dapat diterima bekerja di berbagai negara seperti Jepang, Eropa, Timur Tengah, hingga Jerman.

“Program ini mengakselerasi penyerapan tenaga kerja lulusan SMK dengan meningkatkan skill mereka agar layak bersaing di pasar kerja global,” kata Cak Imin.

Ia juga meninjau SMKN 5 Makassar sebagai salah satu sekolah yang diproyeksikan menjadi percontohan.

Meski begitu, Cak Imin menilai masih banyak SMK yang perlu memperbarui fasilitas pembelajaran dan peralatan praktik agar sesuai kebutuhan industri internasional.

“Saya yakin SMK 5 Makassar bisa menjadi model percepatan untuk mempersiapkan lulusan siap kerja luar negeri. Banyak lulusan SMK yang masih menganggur padahal mereka punya kemauan besar bekerja di luar negeri. Karena itu fasilitasnya harus kita upgrade,” pungkasnya.


Exit mobile version