DAYNEWS.ID, MAKASSAR — Wilayah Sulawesi Selatan diprediksi akan menghadapi musim kemarau lebih cepat pada tahun 2026. Prediksi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika berdasarkan analisis iklim terbaru.
Kepala Stasiun Klimatologi Sulsel, Ayi Sudrajat, mengatakan sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Juli 2026.
Sekitar 46 persen wilayah atau 11 dari 24 zona musim diprediksi mengalami awal kemarau pada bulan tersebut, terutama di wilayah utara, timur, dan selatan provinsi ini.
Sementara itu, beberapa wilayah di bagian barat Sulsel diperkirakan lebih awal memasuki musim kemarau, yakni sekitar Mei 2026.
Selain waktu kemarau yang datang lebih cepat, BMKG juga memperkirakan curah hujan pada musim kemarau tahun ini cenderung lebih rendah dibandingkan kondisi normal.
Sebanyak 79 persen wilayah atau 19 zona musim diprediksi mengalami curah hujan di bawah rata-rata selama musim kemarau berlangsung.
Jika dibandingkan dengan data klimatologi selama 30 tahun terakhir (1991–2020), sekitar 88 persen zona musim diprediksi mengalami kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya.
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di wilayah barat dan utara Sulawesi Selatan akan terjadi pada Agustus 2026. Sedangkan wilayah timur dan selatan diprediksi mencapai puncaknya pada September.
Kondisi ini membuat sejumlah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap krisis air.
BMKG berharap informasi prakiraan musim kemarau ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat untuk menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.
Dengan perencanaan yang tepat, risiko dampak kemarau seperti kekurangan air dan kebakaran lahan diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. (*/DN)
