DAYNEWS.ID, MAKASSAR – Pemandangan berbeda kini terlihat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala. Gunungan sampah yang selama ini menjadi ikon kawasan tersebut perlahan mulai tertutup lapisan tanah merah.
Setiap hari, sekitar 100 rit tanah urug masuk ke lokasi sebagai bagian dari proyek besar transformasi sistem pengelolaan sampah Kota Makassar.
Program ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Makassar untuk menghapus sistem pembuangan terbuka atau open dumping yang selama ini menjadi sumber bau menyengat dan pencemaran lingkungan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Makassar, Muhammad Amin, mengungkapkan progres pekerjaan kini telah menembus angka 70 persen.
Metode cover soil diterapkan dengan menutup sampah menggunakan tanah urug sehingga bau dapat ditekan, populasi lalat berkurang, dan kawasan TPA menjadi lebih tertata.
Tidak hanya itu, pemerintah juga membangun drainase, kolam lindi, terasering, hingga jalan akses baru untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
Puluhan alat berat bekerja setiap hari untuk mempercepat proses pembenahan agar target pemerintah pusat bisa tercapai sebelum Agustus 2026.
Transformasi ini menjadi awal perubahan besar TPA Tamangapa menuju sanitary landfill, di mana nantinya lokasi tersebut hanya menerima sampah residu yang sudah tidak bisa didaur ulang. (*/dn)
