Prabowo Tegaskan di Hadapan Korban Bencana Sumatera: Koruptor Akan Dibasmi, Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat

DAYNEWS.ID, MAKASSAR- Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan tekadnya untuk memastikan seluruh kekayaan negara benar-benar dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat.

Saat berdialog dengan para pengungsi korban banjir bandang di Kasai Permai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025), Prabowo menuturkan bahwa pengelolaan anggaran negara harus bersih dari kebocoran dan praktik korupsi yang merugikan rakyat.

“Yang utama adalah saya harus mengawasi pengelolaan dari pusat agar kekayaan negara kembali kepada rakyat, tidak ada lagi kebocoran, tidak ada pencuri uang rakyat,” ujar Prabowo, yang langsung disambut sorakan dukungan warga.

Di hadapan ratusan pengungsi, ia juga menanyakan apakah masyarakat mendukung langkah tegasnya dalam menindak pelaku korupsi. “Kalian setuju tidak kalau saya bersihkan semua maling uang negara?” katanya. Warga menjawab dengan teriakan setuju.

Prabowo memastikan bahwa dana hasil penyitaan dari tindak pidana korupsi akan dialihkan sepenuhnya untuk program-program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Uang yang mereka ambil akan kita kembalikan ke rakyat,” tuturnya, disambut tepuk tangan dan seruan “Hidup Prabowo!” dari warga.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus mengajak masyarakat untuk saling menguatkan di tengah kondisi sulit.

“Meski sedang tertimpa musibah, semangat kalian luar biasa,” kata Prabowo.

Korban Bencana di Sumatera Terus Meningkat

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (30/11/2025) menunjukkan jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 442 orang, sementara 402 lainnya masih dinyatakan hilang.

Di Sumatera Utara, korban meninggal naik menjadi 217 orang setelah tim SAR menemukan korban tambahan dari daftar hilang. Korban tersebar di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias. Jumlah orang hilang mencapai 209 orang.

Di Aceh, tercatat 96 korban meninggal, 75 masih hilang, dan lebih dari 62.000 kepala keluarga mengungsi di berbagai daerah seperti Aceh Tengah, Pidie Jaya, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Nagan Raya.

Sementara di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal mencapai 129 orang, 118 hilang, dan 16 mengalami luka-luka. Korban tersebar di Agam, Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, Solok, dan Pesisir Selatan.

Upaya Penanganan Dipercepat

BNPB bersama TNI/Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah terus memperkuat operasi pencarian serta membuka akses ke wilayah yang sebelumnya terputus.

Pengiriman logistik serta layanan kesehatan juga terus diperluas untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi yang masih berada di posko-posko darurat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *