Wali Kota Appi Janji Rehab Belasan Rumah yang Dibakar Saat Bentrok Antarwarga di Tallo

Wali Kota Munafri Bawa Langsung Bantuan ke Lokasi Kebakaran Tallo & Temui Warga. (Foto: Humas Pemkot).

DAYNEWS.ID, MAKASSAR– Pemerintah Kota Makassar memastikan akan melakukan perbaikan terhadap belasan rumah warga yang hangus akibat bentrok antarwarga di Kecamatan Tallo.

Untuk saat ini, Pemkot masih merampungkan pendataan secara menyeluruh terkait rumah-rumah yang mengalami kerusakan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa pemerintah bergerak cepat menanggapi insiden tersebut.

Selain memberikan bantuan kebutuhan darurat, pihaknya memastikan pemulihan hunian warga menjadi prioritas.

“Bukan hanya kebutuhan sehari-hari yang kami penuhi. Kami ingin memastikan seluruh rumah warga yang terbakar dapat dibangun kembali. Harapan kami, masyarakat bisa kembali hidup dengan tenang,” ujar Appi di Makassar, Jumat kemarin, (21/11/2025).

Munafri menegaskan bahwa langkah pemulihan tidak berhenti pada bantuan logistik. Pemerintah juga akan turun langsung memastikan pembangunan rumah warga berjalan, sebagai bentuk dukungan moral dan tanggung jawab sosial daerah.

Ia turut mengajak camat, lurah, hingga tokoh masyarakat di kawasan utara Makassar untuk kembali mempererat kebersamaan pascakonflik, agar situasi kondusif dapat terjaga dan tidak ada lagi aksi balasan.

Ajakan tersebut disampaikan Munafri dalam pertemuan bersama TNI, Polri, dan tokoh masyarakat sebagai respons atas eskalasi konflik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam forum itu, Munafri mengungkapkan rasa keprihatinannya atas bentrokan yang menyebabkan satu korban meninggal serta kerugian material yang cukup besar akibat pembakaran rumah-rumah warga.

“Konflik ini bukan hanya menelan korban jiwa dan kerusakan rumah, tetapi juga mengikis nilai kekeluargaan yang selama ini kita bangun. Ini pukulan bagi sosial masyarakat kita,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperbaiki situasi, mengevaluasi akar persoalan, dan memastikan kejadian serupa tidak berulang.

“Pertemuan ini adalah momentum untuk introspeksi. Kita harus memahami inti masalahnya dan memastikan pencegahannya ke depan,” katanya.

Dari data yang dihimpun, sebanyak 18 rumah hangus terbakar dalam insiden tersebut, mengakibatkan 21 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Kerusakan paling parah terjadi di Kelurahan Suangga dengan 14 rumah rusak dan 17 KK terdampak. Sementara di Kelurahan Lembo, empat rumah dengan empat KK menjadi korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *