DAYNEWS.ID, SUMATRA — Banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memunculkan angka korban yang terus naik. BNPB dalam laporan resmi terbaru mengonfirmasi 174 orang meninggal dunia akibat bencana beruntun yang dipicu hujan ekstrem dan tanah labil.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkap sebagian besar daerah belum bisa diakses, sehingga jumlah korban kemungkinan masih bertambah. “Masih ada titik-titik yang belum dapat ditembus. Data akan berkembang,” tegasnya.
Korban Terbesar dari Sumut: 116 Meninggal, 42 Hilang
Sumatera Utara mencatat angka tertingi, dengan 116 korban meninggal dan 42 orang masih hilang.
Sebaran korban menunjukkan parahnya dampak:
Tapanuli Tengah menjadi titik terburuk dengan 51 korban
Disusul Tapanuli Selatan 32 korban
Kota Sibolga 17 korban
Petugas menemukan beberapa wilayah tertimbun longsor setinggi beberapa meter, membuat evakuasi berlangsung lambat.
Aceh: 35 Tewas, 4.846 KK Mengungsi
Provinsi Aceh melaporkan 35 korban tewas, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka.
BNPB menyebut ribuan warga kini terpencar di berbagai posko pengungsian. Daerah paling terdampak berada di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Tenggara.
“Per sore ini, pengungsi mencapai 4.846 KK,” ujar Suharyanto menegaskan.
Sumbar: 23 Meninggal, Puluhan Titik Pengungsian Terbuka
Di Sumatera Barat, 23 orang meninggal dan 12 hilang. Titik terdampak tersebar di Padang Panjang, Agam, Tanah Datar, hingga Pasaman Barat.
Lebih dari 3.900 KK terpaksa meninggalkan rumah. Pesisir Selatan mencatat 50 titik pengungsian. BNPB menyebut kondisi terparah berada di Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, dan Kota Padang. (*/DN)
