DAYNEWS.ID, MAKASSAR- Kasus HIV/AIDS di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai 1.214 laporan sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, 563 kasus ditemukan di Kota Makassar.
“Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulsel, sejak awal tahun hingga Agustus 2025 tercatat sekitar 1.214 kasus AIDS,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Andi Bukti Djufrie, saat menghadiri peringatan Hari AIDS Sedunia di Lapangan Panahan Unhas, Minggu (30/11/2025).
Andi Bukti menyebutkan bahwa Makassar menjadi daerah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di provinsi itu.
Ia menjelaskan bahwa penularan HIV/AIDS di Sulsel paling banyak berasal dari hubungan seksual sesama jenis.
“Dari total 1.214 kasus, sekitar 573 di antaranya merupakan kasus yang melibatkan hubungan sesama jenis. Sementara untuk kontribusi wilayah terbanyak, Makassar menyumbang 563 kasus,” terangnya.
Menurutnya, tingginya angka kasus di Makassar juga dipengaruhi intensitas razia prostitusi yang dilakukan pemerintah kota. Melalui kegiatan penertiban tersebut, petugas kerap menemukan pasangan yang bukan suami istri.
“Sekitar dua minggu lalu kami menggelar penjangkauan di sejumlah titik, seperti hotel, rumah kos, dan kafe. Dalam satu malam saja, kami mendapati sekitar 40 orang,” ungkap Andi Bukti.
Orang-orang yang terjaring kemudian dibawa ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Dinsos Makassar. Hasil pemeriksaan menunjukkan empat di antaranya terindikasi mengidap AIDS.
“Setelah asesmen di RPTC, ada empat yang diduga kuat terjangkit AIDS. Mereka adalah warga Makassar yang aktif melakukan hubungan seksual bebas. Ini sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.
Andi Bukti juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Hari AIDS Sedunia 2025 oleh AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia bersama Yayasan Gaya Celebes (YGC).
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.
“Kita tidak boleh abai. Semua harus berperan mencegah penyebaran AIDS. Data yang tersedia baru sampai Agustus, bisa kita bayangkan angka di tahun 2026 bisa meningkat bila tidak ada kepedulian bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Makassar siap membantu pelaksanaan kegiatan serupa di tahun 2026.
Dukungan pemerintah, katanya, penting agar kampanye edukasi mengenai HIV/AIDS dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Insyaallah tahun depan kami akan memfasilitasi lokasi dan perizinan agar sosialisasi serta edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS bisa lebih menyeluruh di Kota Makassar,” tambahnya.
Sebelumnya, AHF Indonesia dan YGC Sulsel menggelar peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Lapangan Panahan Unhas, Minggu (30/11).
Acara tersebut diisi dengan kampanye pencegahan serta deklarasi melawan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS.
“Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA masih tinggi. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus melakukan pencegahan dan edukasi,” ujar Country Program Manager AHF Indonesia, Asep Eka Nur Hidayat.
