DPRD Makassar Kagum Antusiasme Warga di Pemilihan RT/RW: Demokrasi yang Sebenar-benarnya

Anggota DPRD Kota Makassar, Eric Horas. (Ist).

DAYNEWS.ID, MAKASSAR– Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Erick Horas, menilai penyelenggaraan pemilihan ketua RT/RW di berbagai wilayah Kota Makassar berlangsung demokratis dan mampu menjadi pembelajaran berharga tentang praktik demokrasi di level paling dasar pemerintahan.

Penilaian tersebut ia sampaikan usai melakukan peninjauan langsung di sejumlah lokasi pemungutan suara. Salah satunya di RW 1, yang menurutnya menunjukkan antusiasme warga yang tinggi serta proses pemilihan yang berjalan tertib.

“Saya melihat pelaksanaannya cukup demokratis. Semuanya berjalan lancar. Meski dengan fasilitas yang terbatas, namun demokrasi di tingkat RT dan kelurahan tetap bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Erick, Rabu (3/12/2025).

Erick menyebut keberhasilan tersebut menggambarkan bahwa situasi politik di Makassar berada dalam kondisi kondusif. Partisipasi masyarakat juga dinilai meningkat, terlihat dari kesediaan warga turut hadir dan menggunakan hak pilih di setiap kelurahan.

“Ini menandakan kondisi politik di Kota Makassar sangat kondusif. Setelah pemilihan RT, kita akan memasuki pemilihan RW. Harapannya, suasana kekeluargaan dan antusiasme masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.

Ia juga menyoroti suasana pemilihan di Kelurahan Mampu Kecamatan Wajo, RW 1, yang ia kunjungi. Warga tak hanya datang untuk memilih, tetapi memanfaatkan momentum itu sebagai ajang silaturahmi.

“RW 1 luar biasa. Bahkan ada kegiatan makan bersama dan berbagai rangkaian acara lainnya. Ini bisa menjadi contoh positif bagi wilayah lain,” ungkapnya.

Erick menegaskan bahwa keberhasilan Pilket RT/RW tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, panitia, dan masyarakat. Ia berharap pemilihan RW selanjutnya dapat berlangsung dengan kualitas dan semangat kebersamaan yang sama.

Menurut DPRD Makassar, hasil evaluasi pelaksanaan Pilket RT/RW menunjukkan bahwa proses tersebut bukan hanya tahapan administratif, tetapi juga cermin kesehatan demokrasi lokal, di mana masyarakat semakin matang dalam berpartisipasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *