DAYNEWS.ID, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan melakukan kunjungan lapangan ke Masjid Kubah 99 Asmaul Husna di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Kamis (5/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang (SDACKTR) Provinsi Sulawesi Selatan untuk melihat langsung progres rehabilitasi masjid yang menjadi salah satu ikon wisata religi di Makassar tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Cipta Karya Dinas SDACKTR Sulsel, Ilham Surono Arief menjelaskan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya antara DPRD dan perangkat daerah terkait.
Dalam rapat tersebut, anggota dewan menyoroti masih adanya sejumlah titik kebocoran di dalam Masjid Kubah 99 Asmaul Husna.
“Berdasarkan rapat tersebut ada beberapa poin yang menjadi perhatian anggota DPRD terkait masih banyaknya kebocoran yang terjadi di dalam Masjid Kubah 99 ini,” ujarnya.
Ilham menyebutkan hasil inventarisasi terbaru menunjukkan bahwa kebocoran yang terjadi bukan lagi berasal dari kubah utama, melainkan dari kubah-kubah kecil yang berada di sekeliling bangunan.
Selain itu, penyumbatan pada saluran pembuangan air juga menjadi salah satu penyebab munculnya kebocoran ketika hujan turun.
Karena itu, diperlukan pembersihan rutin pada pipa pembuangan agar tidak terjadi penumpukan kotoran yang dapat menghambat aliran air.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,5 miliar untuk perbaikan atap, khususnya pada kubah utama yang memiliki luas sekitar 1.300 meter persegi.
Namun berdasarkan hasil perencanaan teknis, penanganan kebocoran secara menyeluruh pada masjid tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp22 miliar.(*/DN)
