DAYNEWS.ID, TEHERAN – Pernyataan keras datang dari Iran setelah Amerika Serikat melontarkan ancaman terkait kemungkinan serangan terhadap jaringan listrik negara tersebut.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi segala kemungkinan jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan.
Ia merespons komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut Washington mampu melumpuhkan infrastruktur listrik Iran dalam waktu singkat.
Menurut Larijani, jika fasilitas listrik Iran diserang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Iran tetapi juga dapat memicu pemadaman besar di kawasan sekitar.
Ia bahkan menyebut kegelapan di kawasan bisa terjadi dalam waktu kurang dari setengah jam.
Dalam kondisi tersebut, Larijani menilai pasukan Iran akan memiliki kesempatan lebih besar untuk melakukan respons terhadap keberadaan militer Amerika Serikat di wilayah sekitar.
Sementara itu, Trump sebelumnya menyatakan Amerika Serikat sejauh ini memilih menahan diri untuk tidak menyerang fasilitas listrik Iran.
Meski demikian, ia menegaskan opsi tersebut tetap terbuka apabila Iran mencoba mengganggu jalur distribusi minyak dunia.
Ketegangan kedua negara juga meningkat setelah Iran memperketat pengawasan di sekitar Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung utama perdagangan minyak global.
Para analis menilai setiap eskalasi konflik di kawasan itu berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi dunia serta memperbesar ketegangan geopolitik di Timur Tengah.(*/DN)
